Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago memprihatinkan kondisi Kalimantan yang saat ini seperti tersandera oleh kebijakan pemerintah pusat. "Kebijakan pusat seperti manyandera Kalimantan untuk tidak boleh maju," kata Andrinof di Jakarta, Sabtu (1/1).
Ia menyebutkan hampir semua teluk dan selat dengan lokasi strategis di Kalimantan dinyatakan sebagai cagar alam, tanpa solusi ekonomi memajukan daerah itu. Sementara di darat, usaha tambang dibiarkan merusak lingkungan dan membuat segelintir orang kaya raya di tengah persentase penduduk miskin yang ada di peringkat lima besar nasional.
Andrinof menilai hingga kini tidak ada inisiatif membuat pertumbuhan berbasis luas di Pulau Kalimantan. "Terus mendorong aliran surplus penerimaan tambang ke Jakarta adalah pembangunan tanpa etika. Kami prihatin dengan kebijakan sentralistis model baru ini," kata Andrinof yang juga Ketua Tim Visi Indonesia 2033.
Kalimantan adalah salah satu pulau terluas di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Salah satu komoditi unggulan yang menopang pergerakan ekonomi Kalimantan yakni pertanian (perkebunan, tanaman bahan makanan) dan tambang (batubara, migas) serta industri.
Namun, jika ditelaah lebih lanjut pergerakan ekonomi masing-masing daerah di Kalimantan masih ditemukan kesenjangan ekonomi. Kegiatan perekonomian di Kalimantan berdasarkan PDRB dalam perkembangannya telah mengalami peningkatan. Pada 2008, nilai PDRB yang terbentuk di Pulau Kalimantan mencapai Rp 441,5 triliun.
Secara spasial, sekitar 71,40 persen dari total PDRB Pulau Kalimantan bersumber dari kegiatan ekonomi Kalimantan Timur, diikuti Kalimantan Barat (10,97 persen), Kalimantan Selatan (10,31 persen), dan sisanya sebesar 7,33 persen berasal dari kegiatan ekonomi Kalimantan Tengah.
(Liputan6.com 1/01/11)
Baca Juga !
ARTIKEL
- Masyarakat Dayak Ingin Diperhatikan Lebih
- Kalau DPR Kompak, Kemendagri Siap Membahas DOB
- Pakai Dana Desa, Kades Diawasi BPK
- Menko Puan: 5.000 Puskesmas Siap Dibangun di Perbatasan
- Dana Desa Senilai Rp 1,4 Miliar Diperkirakan Cair Mulai April 2015
- Kembangkan Teknologi Pedesaan
- Ratusan Desa Belum Teraliri Listrik
- Tidak Ada Pemulihan,Hutan Indonesia akan Hancur
- Hancurnya Sumber Penghidupan Masyarakat
- Mengenal Kalimantan Barat
- Kepemimpinan Putra Daerah (Orang Dayak) Di Kalimantan Barat
- Sejarah Perkembangan CREDIT UNION (CU) Di Kalimantan Barat
- Investor Wajib Bawa Misi Kesejahteraan
- Memajukan Desa Tertinggal
- Bongkar Korupsi Perkebunan Sawit Kalbar
- Banyak Pemuda Malas Bertani Karena Mimpi Kejar Posisi PNS
- Lemahnya Infrastruktur Desa, Hambat Investasi
- Bank Mandiri Salurkan Kredit Perkebunan Rp2,23 Triliun
- Memberdayakan Kearifan Lokal Bagi Komunitas Adat Terpencil
- Hutan Kalimantan Paru - Paru Dunia
- Kesejahteraan Rakyat Acap Tersisihkan
- Tindak Perusahaan Caplok Hutan Lindung
- Perusahaan Perkebunan Harus Menghormati HAM
- Ubah Pengelolaan Pedesaan untuk Atasi Kemiskinan
- Alih Fungsi Hutan Kalimantan Barat Bermasalah, Pemerintah Diminta Tegas
0 comments:
Post a Comment