Persoalan kerusakan jalan sepertinya tidak pernah usai. Namun, keterbatasan dana selalu menjadi alasan klasik sehingga persoalan transportasi darat ini seolah tidak mampu ditangani.Hal itu seperti yang disuarakan oleh Petrus Sudarmin, legislator dari PDI Perjuangan dari Dapil III yang meliputi Kecamatan Entikong, Sekayam, Kembayan, Beduai dan Noyan ini kepada Kapuas Post kemarin.
Menurut pria ramah ini, persoalan kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Noyan khususnya, menjadi masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat sekarang ini. Misalnya pada jalur antara Sejuah – Noyan sepanjang 20 kilometer, ada beberapa titik yang kerusakannya sungguh menyesakkan dada. Demikian pula pada jalur Sei Dangin – Empoto dan bahkan di jalur Simpang Noyan – Noyan, karena rusak parah sehingga ada yang berisiniatif menanami pohon pisang di tengah jalan. Tidak diketahui secara pasti, pisang yang ditanam itu jenis apa, namun yang jelas perbuatan itu sebagai bentuk protes dan kekecewaan masyarakat.
“Di beberapa jalur tersebut, salah satu factor penyebab kerusakan jalan adalah aktivitas sejumlah perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut,” katanya.
Untuk itu Sudarmin juga tidak sependapat berkaitan dengan adanya selentingan yang menyebutkan ada warga yang akan menutup jalan yang alami kerusakan tersebut. Alasan Sudarmin tidak setuju akan hal itu, karena yang akan dirugikan juga akhirnya masyarakat. Perekonomian tidak dapat berjalan dengan baik, karena transportasi terkendala. Sementara itu sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut adalah aset penting.
“Untuk itu, saya menginginkan supaya perbaikan dan pemeliharaan jalan agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada Pemerintah Daerah. Namun, pihak perusahaan yang juga memanfaatkan jalur tersebut harus ikut bertanggung jawab dalam hal perbaikan dan pemeliharaan, karena mereka juga menggunakan jalan tersebut,” tandasnya.
Selain itu, alokasi dana dari APBD Sanggau untuk infrastruktur ke Kecamatan Noyan yang minim, memang menyebabkan penanganan terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan tidak dapat maksimal. Kalaupun ada upaya perbaikan berupa penimbunan tanah baik yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun dari pemerintah, biasanya tidak dapat bertahan lama.
“Yang tidak kalah pentingnya, kontraktor yang melakukan perbaikan jalan agar bekerja dengan baik.Masyarakat biasanya tidak peduli,siapa pun kontraktornya, apakah kontraktor lokal ataupun dari luar, yang penting adalah hasil kerjanya. Masyarakat membutuhkan kontraktor yang mau bekerja dengan baik dan berkualitas,” tandasnya.(KapuasPost 19/02/10)
- Muspika Noyan Fasilitasi Penyelesaian Masalah Air Keruh Dusun Entubu
- Desa Noyan Kelola ADD Dan DD Secara Transparan
- Jalan Terusan-Noyan Rusak Parah, harus ada perhatian khusus dari Pemerintah
- Dewan Desak Pihak Pengeruh Bertanggung Jawab Pulihkan Kondisi Sungai Entubu
- Sungai Keruh, Masyarakat Entubu Marah Tuntut Penambang Sediakan Tong Air
- Masyarakat Adat Dayak masih menggantungkan Hidup dengan Ladang Berpindah
- Wabup Sanggau : Umat Mesti Perangi Narkoba
- Peresmian Paroki Noyan Keuskupan Sanggau
- Paulus Hadi : Tahun ini, Jalan Kecamatan Noyan Diperlebar
- Pemerintah diharapkan Perhatikan Kompetensi Perangkat Desa
- Menteri Desa : Setiap desa harus ada BUMDes
- Setelah Ada UU tentang Desa, Kementerian Mana yang Paling Berhak Mengurus?
- Penanganan Pembangunan Perbatasan Diserahkan Kepada Empat Kementerian
- Presiden: Penanganan Perbatasan Oleh Banyak Kementerian Tidak Fokus
- Berjuang di Perbatasan demi NKRI meski Jadi "Anak Tiri"
- Warga Uwah Bunuo Merindukan Signal dan Listrik
- Hasil Pemilu Bupati Sanggau Kecamatan Noyan
- Masyarakat Perbatasan Ingin Merdeka
- Kecamatan Noyan Dalam Angka 2012
- TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke Desa Semongan
- Pemerintah Canangkan Ketahanan Pangan di Perbatasan
- Petani Pagari Kebun PT GKM Noyan
- Hutan Gundul Picu Banjir di Noyan
- ADD Untuk Kesejahteraan Rakyat Desa
- Hati-hati Pencatat Meteran PLN yang Sembrono , Tagihan Anda Bisa Melonjak
0 comments:
Post a Comment