Peringatan keras disampaikan Ketua DPRD Sanggau Andreas Nyas kepada Pemkab Sanggau. Peringatan itu menyikapi banyaknya persoalan perizinan perusahaan perkebunan di daerah itu.
Nyas geram atas sikap Pemkab yang memberi izin tanpa survei lapangan terlebih dahulu. Idealnya, petugas perizinan tidak hanya duduk di belakang meja, tanpa mengetahui kondisi di lapangan. Apalagi dampak yang ditimbulkan dari kinerja yang kurang beres tersebut berhubungan langsung dengan hajat hidup rakyat.
Banyak ditemukan kasus tumpang tindih lahan di Kabupaten Sanggau. Jika ini terus terjadi dipastikan dapat merusak iklim investasi daerah.
“Kita ingatkan pada eksekutif, khususnya instansi terkait untuk tidak mengeluarkan izin hanya di atas meja. Sebaiknya lihat kelapangan dan cek daerahnya,” ungkap Andreas Nyas dijumpai sejumlah wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, banyak contoh fatal dilakukan eksekutif terkait dengan pemberian izin usaha pertambangan maupun perkebunan. Contoh kasus adalah yang dialami PT BAM. Berdasarkan temuan tim panitia khusus (pansus) DPRD beberapa waktu lalu, sebagian lahan yang menjadi kawasan yang digarap PT BAM sebelumnya merupakan milik perusahan perkebunan, PT SISU.
“Untungnya saja kedua perusahan baik perkebunan dan pertambangan ini tidak komplain dan menyelesaikan tumpang tindih lahan ini dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nyas mengingatkan Pemkab melalui TP4K untuk bekerja maksimal dalam menuntaskan kasus-kasus yang berkaitan dengan investasi perkebunan, pertambangan serta kehutanan. Selama ini TP4K dinilai lemah dalam melakukan penyelesaian kisruh seputar perkebunan.
Dia menambahkan, saat ini paling tidak ada dua sengketa perkebunan yaitu kisruh PT ASP versus PT ASL dan PT MKS dengan masyarakat di Kecamatan Noyan. “Ini artinya perlu keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang ada di daerah ini,” geramnya.
Lebih lanjut, Nyas berharap, semua persoalan terkait dengan tumpang tindih lahan dan menyangkut iklim investasi dapat terselesaikan. Dengan harapan tercipta iklim investasi yang kondusif. “Jika iklim investasi terjaga dengan kondusif, jelas yang untung adalah daerah kita. Karena investor akan melirik daerah yang aman,” ujarnya. (EquatorNews)
Baca Juga !
INFO NOYAN
- Muspika Noyan Fasilitasi Penyelesaian Masalah Air Keruh Dusun Entubu
- Desa Noyan Kelola ADD Dan DD Secara Transparan
- Jalan Terusan-Noyan Rusak Parah, harus ada perhatian khusus dari Pemerintah
- Dewan Desak Pihak Pengeruh Bertanggung Jawab Pulihkan Kondisi Sungai Entubu
- Sungai Keruh, Masyarakat Entubu Marah Tuntut Penambang Sediakan Tong Air
- Masyarakat Adat Dayak masih menggantungkan Hidup dengan Ladang Berpindah
- Wabup Sanggau : Umat Mesti Perangi Narkoba
- Peresmian Paroki Noyan Keuskupan Sanggau
- Paulus Hadi : Tahun ini, Jalan Kecamatan Noyan Diperlebar
- Pemerintah diharapkan Perhatikan Kompetensi Perangkat Desa
- Menteri Desa : Setiap desa harus ada BUMDes
- Setelah Ada UU tentang Desa, Kementerian Mana yang Paling Berhak Mengurus?
- Penanganan Pembangunan Perbatasan Diserahkan Kepada Empat Kementerian
- Presiden: Penanganan Perbatasan Oleh Banyak Kementerian Tidak Fokus
- Berjuang di Perbatasan demi NKRI meski Jadi "Anak Tiri"
- Warga Uwah Bunuo Merindukan Signal dan Listrik
- Hasil Pemilu Bupati Sanggau Kecamatan Noyan
- Masyarakat Perbatasan Ingin Merdeka
- Kecamatan Noyan Dalam Angka 2012
- TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke Desa Semongan
- Pemerintah Canangkan Ketahanan Pangan di Perbatasan
- Petani Pagari Kebun PT GKM Noyan
- Hutan Gundul Picu Banjir di Noyan
- ADD Untuk Kesejahteraan Rakyat Desa
- Hati-hati Pencatat Meteran PLN yang Sembrono , Tagihan Anda Bisa Melonjak
0 comments:
Post a Comment