Pemagaran itu dilakukan karena petani merasa hak mereka tidak dipenuhi oleh perusahaan sesuai dengan janji awal yang ditetapkan.
"Pada awal sosialisasi kita dijanjikan menggunakan pola 80-20 tanpa adanya potongan dari perusahaan, namun kenyataannya tidak demikian," jelas satu diantara Petani PT GKM, John Bandan, kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (19/3/2012).
John menjelaskan 20 persen bagian petani masih dipotong untuk membayar biaya perawatan, pupuk dan lainnya. Dengan adanya pemotongan tersebut, petani belum juga merasakan jerih payahnya atas kebun yang ada.
"Pada Januari 2011 lalu sudah panen, karena dipotong itu, biasanya petani hanya mendapatkan antara Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu per bulan. Itupun hasilnya fluktuatif, petani makan apa dengan itu," tandasnya.
Dengan adanya pemagaran itu, dikatakan John Bandan yang juga Ketua Forum Peduli Masyarakat Perbatasan Wilayah Sekayam ini berharap perusahaan dapat memenuhi janjinya. Selagi tuntutan petani tidak dipenuhi, dikatakannya pagar tersebut tidak akan dibuka.(Sumber : http://pontianak.tribunnews.com )
Baca Juga !
INFO NOYAN
- Muspika Noyan Fasilitasi Penyelesaian Masalah Air Keruh Dusun Entubu
- Desa Noyan Kelola ADD Dan DD Secara Transparan
- Jalan Terusan-Noyan Rusak Parah, harus ada perhatian khusus dari Pemerintah
- Dewan Desak Pihak Pengeruh Bertanggung Jawab Pulihkan Kondisi Sungai Entubu
- Sungai Keruh, Masyarakat Entubu Marah Tuntut Penambang Sediakan Tong Air
- Masyarakat Adat Dayak masih menggantungkan Hidup dengan Ladang Berpindah
- Wabup Sanggau : Umat Mesti Perangi Narkoba
- Peresmian Paroki Noyan Keuskupan Sanggau
- Paulus Hadi : Tahun ini, Jalan Kecamatan Noyan Diperlebar
- Pemerintah diharapkan Perhatikan Kompetensi Perangkat Desa
- Menteri Desa : Setiap desa harus ada BUMDes
- Setelah Ada UU tentang Desa, Kementerian Mana yang Paling Berhak Mengurus?
- Penanganan Pembangunan Perbatasan Diserahkan Kepada Empat Kementerian
- Presiden: Penanganan Perbatasan Oleh Banyak Kementerian Tidak Fokus
- Berjuang di Perbatasan demi NKRI meski Jadi "Anak Tiri"
- Warga Uwah Bunuo Merindukan Signal dan Listrik
- Hasil Pemilu Bupati Sanggau Kecamatan Noyan
- Masyarakat Perbatasan Ingin Merdeka
- Kecamatan Noyan Dalam Angka 2012
- TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke Desa Semongan
- Pemerintah Canangkan Ketahanan Pangan di Perbatasan
- Hutan Gundul Picu Banjir di Noyan
- ADD Untuk Kesejahteraan Rakyat Desa
- Hati-hati Pencatat Meteran PLN yang Sembrono , Tagihan Anda Bisa Melonjak
1 comments:
Jadi inget GKM nich, mana waktu tragedi pemagaran saya di lokasi pemagaran dan baru 1 minggu di noyan. noyan sungguh mengagumkan adat dan budayanya, noyan dan GKM banyak mengajari ku hal yang tidak pernah ku dapatkan dijogja.
salam buat masyarakat noyan khususnya karyawan GKM dari Mahasiswa KKN 2012 Jogja.
Post a Comment